Tampilkan postingan dengan label Warna-Warni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warna-Warni. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Mei 2009

Buat Para Perokok!! Perhatikan ini!!!!

Ada berita nih :

Konsumsi Rokok Indikator Kemiskinan Masyarakat Indonesia


Surabaya (ANTARA) - Konsumsi rokok diyakini sebagai salah satu indikator kemiskinan masyarakat Indonesia selama ini, akibatnya perilaku tersebut tidak hanya dapat mengurangi pendapatan, belanja bulanan keluarga, hingga berujung pada kematian.
"Saya pernah menemukan kesaksian ada seorang sopir berpenghasilan Rp50 ribu sehari dengan empat anak yang kedua anaknya tidak sekolah dengan alasan biaya. Anehnya, sopir tersebut mampu menghabiskan uang Rp24 ribu per hari untuk membeli tiga pak rokok. Sementara, ia memberi uang belanja kepada istrinya sebesar Rp20 ribu sehari," kata Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Abdillah Ahsan, di Surabaya, Kamis.

Ia mengakui, hal itu memang fenomena umum yang sering ditemui diantara masyarakat miskin di Indonesia.

"Meski sang kepala rumah tangga memiliki penghasilan terbatas, ia mengonsumsi rokok seperti layaknya kereta api," katanya.

Menurut dia, merokok berdampak pada berkurangnya pendapatan yang bisa dibelanjakan untuk kepentingan lain seperti makanan yang sehat dan layak, biaya sekolah, dan sebagainya.

"Semisal, seorang kepala keluarga mengonsumsi rokok satu pak seharga Rp5 ribu per hari. Padahal, uang yang terbakar melalui rokok tersebut bisa dibelikan tiga butir telur yang mengandung banyak gizi untuk makan seluruh anaknya," katanya.

Selain itu, kata dia, secara ilmiah terbukti bahwa merokok menimbulkan banyak masalah kesehatan dan meningkatkan biaya kesehatan yang jumlahnya bisa tiga kali lipat dari cukai rokok.

"Bahkan, lebih dari 70.000 penelitian di Amerika Serikat berhasil membuktikan bahaya merokok bagi kesehatan," katanya.

Melihat beragam kenyataan itu, ia berharap, pemerintah mengambil sikap tegas. Salah satunya dengan menaikkan harga cukai rokok, melarang secara total iklan rokok, dan memasang peringatan bergambar mengenai bahaya merokok.

"Sekarang, besaran cukai rokok rata-rata baru 38 persen. Padahal, dalam Pasal 5 UU Nomer 39 Tahun 2007, pemerintah boleh mematok cukai hingga 57 persen. Namun, besaran itu ternyata masih rendah dibandingkan patokan cukai luar negeri yang mencapai 65 persen," katanya.

Kontroversi lain, ia menjelaskan, mengenai usulan pelarangan iklan rokok secara total dengan alasan olahraga dan musik akan mati karena tidak ada sponsor. Bila dibandingkan dengan negara Thailand yang melarang total iklan rokok, apakah sepak bola Indonesia lebih baik dari Thailand karena sebagian besar masyarakatnya masih merokok.

"Meski tanpa iklan rokok, sepak bola Thailand lebih baik dari sepak bola nasional. Begitu halnya dengan musik, di luar negeri musiknya tetap hidup tanpa iklan rokok," katanya.

Ketua Bidang Penyuluhan dan Pendidikan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Fuad Baradja, menyesalkan, mengapa "political will" Indonesia lemah terhadap penanggulangan rokok. "Padahal, saat ini sudah ada sekitar 164 negara di dunia yang memiliki payung hukum terhadap hal itu," katanya.

Sependapat dengan Ahsan, aktivis yang sudah berhenti merokok sejak tahun 1991 itu, menyarankan, agar cukai rokok dinaikkan sehingga harga rokok akan terkerek naik. Melalui kenaikan cukai itu, angka perokok yang khususnya dari rumah tangga termiskin akan berkurang.

"Jika hal itu sukses, bukan tidak mungkin jumlah perokok yang berasal dari keluarga terkaya juga turun. Akibatnya, bangsa ini akan terbebas dari rokok yang jelas merugikan diri sendiri dan orang tercinta di sekitar mereka," katanya.

Kebiasaan merokok, menurut dia, memang dinilai menyenangkan oleh sebagian orang ini, tetapi justru memberi dampak negatif.

"Apalagi, terdapat sekitar 4.000 zat kimia dalam sebatang rokok yang menjadi sumber penyakit ataupun memperparah penyakit yang diderita seseorang," katanya.

Sumber : Antara di berita Yahoo

Baca Selengkapnya ..

Selasa, 14 April 2009

Diklat Konten Jardiknas

Sebanyak 30 orang guru SMP, MTs, SMA dan MA se Propinsi DIY terpilih untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Konten Jardiknas selama 3 hari dimulai hari Senin tanggal 13 April 2009 sampai dengan 15 April 2009. Bertempat di LPMP Yogya.
Pelatihan dimulai pukul 07.30 WIB. Selesai pukul 21.00 WIB. (ups... cape' deh!)



Walaupun ada materi yang sudah bisa, namun materi dan hal baru selama pelatihan. Istirahat hanya Ishoma dan malam hari. Tiap pertemuan tidak lepas dari layar komputer.
Capek...capekk....capek....




.

Baca Selengkapnya ..

Selasa, 07 April 2009

Hebat! Tepuk Tangan untukmu Anjing

Walaupun najis air liurnya. Namun pantas diberi tepuk tangan. Decak kagum pun terlintas di benak kita membaca beritanya. Adakah manusia yang begitu gigih seperti itu?

Cari Majikan, Seekor Anjing Berenang di Laut Selama 4 Bulan

Jangan remehkan kemampuan berenang seekor anjing. Di Australia, anjing milik Jan Griffith berhasil menemukan kembali majikannya, setelah berenang selama hampir 4 bulan di lautan lepas.

Seperti dilansir AFP, Senin (6/7/2009), anjing tersebut bernama Sophie Tucker. Ia terjatuh di kapal saat berlibur bersama Jan di perairan Queensland, Australia, pada bulan November lalu.

Keluarga Jan saat itu yakin kalau anjing yang mereka sayangi tenggelam. Namun tanpa disangka, Sophie akhirnya bisa berenang hingga St Bees, yang jaraknya sangat jauh.

Anjing berwarna abu-abu itu akhirnya kembali ke keluarganya pekan lalu. Sophie ditemukan oleh para polisi hutan dalam keadaan basah dan sedikit kurus.
"Kami langsung panggil dan dia langsung menyahuti kami. Kondisinya langsung membaik saat berjumpa dengan kami," kata Jan.

Sumber : detik.com

Baca Selengkapnya ..

Sabtu, 04 April 2009

Banjir Koq di Perumahan di Atas Bukit

Bencana memang tidak pandang bulu. Kalau Allah SWT sudah memberikan cobaan, ujian, atau adzab, siapapun tidak bisa mengelak.
Sekarang musimnya banyak bencana.
Yang ini....
Oleh warga dianggap bukan bencana. Karena memang struktur geografis dari perumahan. Walaupun di atas bukit namun posisinya di lembah / lebih rendah diantara tempat yang lebih tinggi.

Perumahan Jatisawit Asri. Di desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Di tempat ini perumahannya memang ada di tempat yang lebih rendah dibanding dengan perkampungan di sekitarnya.
Setiap musim hujan, bila hujan deras dan mendadak lebih dari 20 menit, maka bisa dipastikan banjir.



Banjir yang ini hanya setengah dari banjir hebat yang sering terjadi setiap musim hujannya.
Kekuatan banjir yang sering bikin was-was kekuatannya bisa mengangkut mobil taksi. Namun hal baiknya, banjir ini hanya berlangsung paling tidak setengah jam. Tidak ada air menggenang lebih lama.



Video ini terjadi di belokan selokan. Setelah banjir mereda, lihatlah perbedaannya :



Daerah di perumahan ini memang hanya menjadi jalan saja. Air buangan dari daerah yang lebih tinggi. Bisa dibayangkan kekuatan air banjir di Perumahan Jatisawit Asri yang Barat, yang letaknya lebih rendah lagi.
Pada banjir kali ini tidak membawa "lendhut", jadi lumayan bersih jalan bekas banjirnya.

Baca Selengkapnya ..

Kamis, 19 Maret 2009

Polahe Kucing

Salah satu tingkah polah kucing adalah bertarung. Polah bertarung dalam lingkungan kasih sayang ini bertujuan untuk persiapan pertarungan sesungguhnya. Cieee..... kaya' peneliti aza.
Tapi coba lihat saja



Video 3gp. Direkam dengan Handphone N6120c.

Baca Selengkapnya ..

Sabtu, 14 Maret 2009

Masa' Kalah ?

He..he...he...

Monyet Ajari Anaknya Gosok Gigi

Liputan6.com, Lopburi: Pendapat Charles Darwin yang menyebut monyet sebagai kerabat manusia, bisa jadi ada benarnya. Rekaman video para ilmuwan Universitas Kyoto, baru-baru ini, memperlihatkan kecerdasan seekor monyet Makaka di Lopburi, Thailand. Si monyet mampu mengajari anaknya membersihkan gigi.
Berbeda dengan manusia yang bisa membeli pasta gigi, sang induk monyet itu menggunakan rambut manusia sebagai pembersih gigi. Para peneliti juga mendapatkan fakta 100 dari 250 ekor monyet Makaka di tempat ini, terutama betina, biasa membersihkan gigi. Bahkan, monyet betina nyaris menggunakan seluruh waktunya untuk membersihkan giginya. Dan biasanya sang induk monyet ini juga mengajarkannya kepada anak-anaknya.(TES)

Sumber : Liputan6.com

Baca Selengkapnya ..

Selasa, 10 Maret 2009

PKSan

PKSan.
Menggerutu nih. PKSan (Partai Koq Semene akehe nih).
Mo kemana ya?
Tidak ada partai yang mengusung misi negatif. Tidak ada partai yang tidak mengusung misi kerakyatan. Kalau ada pasti sudah dilibas dan tidak bisa ikut pemilu, jelas itu.
Saya bingung nih.
Partai banyak, janji-janji juga tidak ada yang merugikan rakyat.
Yang jelas dan pasti, arah visi dan misi partai adalah sama. Yang membedakan adalah sopir dan nahkodanya.
Lihat saja, hasil pemilu yang lalu. Dewan yang seharusnya mengemban tugas rakyat, malah memperkaya diri. Berita banyak tuh di Tipi.
Banyak Dewan yang menggunakan kondom di lingkungan DPRRI, informasi tuh dari Mbah Permadi.
Ee... sekarang malah caleg saja sudah bikin heboh. berita juga tuh di Tipi.
Kalau bisa buktikan tidak melakukan atau salah tuh berita seperti ketua DPC PKS tuh oke-oke aj. Tapi nyatanya memang caleg2 busuk banyak.

Hancur sudah harapanku. Kepercayaanku luntur kepada wakil rakyat. Pekerjaan yang membutuhkan kesungguhan tanpa banyak uang koq ditinggalkan.

Pimpinan negara yang seharusnya memberikan kesejahteraan rakyat, malah memberikan beban utang kepada rakyat yang tidak tahu apa-apa. Rakyat yang baru lahir pun sudah menanggung utang negara 5jt.
Bagaimana bisa hidup tentram? (tentunya sebelum menggunakan agama)
Kesalahan bisa menjadi benar ditangan uang.

Baca Selengkapnya ..

Senin, 29 Desember 2008

Kucing Juga Punya Perasaan

Ungkapan apa yang patut diberikan untuk kucingku ini.
Pejantan tapi sayang banget sama kucing pendatang. Tak tahu asalnya, kucing kecil itu datang kerumah. Semula kucing kecil itu selalu merajuk ke setiap kucing besar, kurang kasih sayang kali ye..? Segalak-galaknya kucing liar di lingkungan rumah, selalu lari terbirit-birit bila bertemu kucing kecil itu. Tak beda dengan kucingku, Tiko namanya. Bahkan hari pertama bertemu sampai kayaknya jengkel dan tidak mau pulang masuk rumah karena kucing kecil masih di depan rumah.
Kucing kecil itu, kini kuberi nama Temon (temuan) sekarang sering dirumah. Tiko yang sudah mulai terbiasa ya jadi tidak galak-galak gitu sama Temon.



Sekarang Temon tidak berani nguber kucing-kucing liar di lingkungan rumah, karena mungkin sudah bisa membedakan mana yang sayang dan mana yang tidak.






Nih lagi santai berdua.













Nih Temon lagi minta tidur di atas Tiko.










Dua gambar bawah untuk memperlihatkan kalau Tiko itu betul Pejantan.
Lihat sendiri ya... :)


Sedang bermain.



Jepretan ini tidak rekayasa. Ni betul-betul murni tingkah lakunya.

Baca Selengkapnya ..